Review Homedress Atelier Angel by Angella Fransisca

Sandang merupakan kebutuhan primer yang sangat wajib untuk dipenuhi. Apapun merknya, sandang tetap nama dasarnya. Kita  menyadari bahwa saat ini ada banyak brand yang menawarkan produk sandang, mulai dari yang paling murah hingga yang paling mahal. Persaingan produk pun semakin ketat, brand berlomba-lomba untuk mengikat konsumen agar tetap setia kepadanya. Berbagai macam promosi pun berusaha dibangun, mulai dari giveaway, diskon pembelian produk, dan lain sebagainya.

Upaya melebarkan sayap pun banyak dilakukan oleh brand-brand dalam negeri!

Nah, kali ini aku ingin mengulas tentang Homedress Angel yang mengklaim sebagai homedress murah dengan kualitas butik yang eksklusif. Bermula dari produk kelas menengah — ke atas, Atelier Angelina mulai mencoba merambah kelas menengah — ke bawah dengan meluncurkan home dress, baju rumahan yang diklaim eksklusif.

Sebelumnya, aku mau cerita bagaimana Atelierangelina ini di mataku.

Aku mengenal brand ini sejak 2016 atau 2017 silam, namun belum pernah membeli karena harganya lumayan mahal untuk kantong mahasiswa. Soalnya, saat itu Atelierangelina belum merambah pasar kelas bawah. Well, alasan lainnya karena aku jarang beli baju baru 😆

Ketika itu, review produk sangat lah manis, ‘bagus banget’, ‘enakeeeuuun banget’, dsb — sehingga aku memasang ekspektasi yang tinggi terhadap produk-produk Atelier Angelina. Testimoni-testimoni yang sangat positif ini membuatku berpikir bahwa produk mereka memang sangat bagus. Namun, pada 2020 ekspektasi ini menurun, saat pertama kali aku melihat produk Atelier Angelina.

Waktu itu aku melihat baju yang dibeli oleh kakakku, bagus. Namun, biasa saja. Bahannya juga bagus, tapi tidak seperti yang didengungkan. Tidak sesuai dengan bayanganku.

Sejak saat itu, aku menurunkan ekspektasi terhadap produk AtelierAngelina. In my honest opinion, pujian konsumen memang benar bahwa produknya bagus, tapi tidak ‘se-waah’ itu. Mungkin, bagi fans Atelier Angelina produknya memang se-wah itu, tapi karena aku bukan fans banget yaa dress-nya jadi biasa saja~

Dalam case ini, tentu saja ada perbedaan pandangan — wah bagi orang lain belum tentu wah bagiku, begitupun sebaliknya.

Tentang Brand

Atelier Angel merupakan sister brand dari Atelier Angelina, sebuah brand lokal yang sudah cukup lama berkecimpung di dunia fashion muslimah. Sebagai sisterbrand dari Atelier Angelina, Atelier Angel merupakan brand baru yang fokus pada homewear dengan harga murah dan motif eksklusif. Merk yang diluncurkan pada tahun 2020 ini mendapatkan sambutan hangat dari para AA sisters (sebutan untuk konsumen Atelier Angelina), dibuktikan dengan ketatnya persaingan ketika melakukan pembelian.

Tentang Produk

Nama produk: Sarah dress – Basic viscose

Harga: Rp 145.000 per Januari 2021

Detail:

  • Bahan: Basic viscose
  • Menyerap keringat sangat baik
  • US, England & Japan Export quality
  • 100% Natural fabric
  • ISO 14001 certified, ramah lingkungan
  • Standard 100 by OEKO-TEX Certified, teruji dari zat berbahaya
  • ISO 9001 Certified, jaminan mutu karena tinta yang dipakai tidak membuat skin cancer
  • Baby & kids friendly
  • Terdiri dari 7 ukuran, XS hingga 3XL

Where to buy?

Saat ini, Angel hanya bisa dibeli melalui Tokopedia Atelier Angelina dengan sistem rebutan dan stok yang terbatas. Info motif dan tanggal order diinformasikan melalui Instagram @atelier.angelina

Ulasan

Kesan dari produk AtelierAngel pertama yang aku miliki adalah OKE. Motif kainnya unik, bahannya nyaman, dan harganya reasonable. Namun, proses pembeliannya… subhanallah menguji kesabaran. Sebagai pembeli individual, aku berjibaku dengan wanita dan jastip lainnya di Shopee, yang mana telat 1 detik saja targetku sudah berada di tangan orang lain. Jujur, sampai sekarang masih kurang paham gimana caranya bisa check out banyak produk sekaligus karena aku hanya mampu mendapatkan 1/2 produk saja pada satu kali check out.

To be honest, tidak ada yang begitu spesial dari produk ini. Akan tetapi, benar bahwa produk AtelierAngel adalah produk eksklusif (karena motif sendiri) dan ramah dikantong – tapi bagi kaum mending akan menerapkan prinsip “mending merk lain yang lebih murah dari AtelierAngel”.

Bukaan kanan kiri

Sarah dress memiliki bukaan kanan kiri, busui friendly. Bagian bukaan ini diberi tambahan rumpel yang imut. Jika kita menggunakan hijab syari, maka rumpel bagian dada ini tidak akan kelihatan.

Awalnya aku tidak ngeh kalau busui friendly pada dress tipe ini adalah bukaan kanan kiri. Lihat motif —oke, langsung checkout, karena target motifku sudah sold out. Jadi, ketika menyadari bahwa dress yang ku beli adalah bukaan kanan kiri, ada sedikit kecemasan. ‘Apakah akan nyaman digunakan?’ ‘Apakah akan menimbulkan sensasi yang berbeda ketika digunakan? Geli? Atau…?’ Banyak sekali pertanyaan di kepalaku terkait bukaan kanan kiri cuz it was a new thing for me. Tapi… ketika pertama kali dicoba, ada sensasi geli dan terasa aneh. Aku menyadari bahwa sensasi geli dan aneh muncul karena aku memiliki kecemasan terhadapnya (pengaruh persepsi). Pada percobaan berikutnya biasa saja, tidak seaneh dan segeli yang ku bayangkan. Normal guys, tenang aja hihi Coba deh!

Packaging

Aku bukan lah pelanggan yang terlalu memerhatikan packaging, karena yang terpenting bagiku adalah produk yang ku terima berada dalam kondisi baik. Tapi… tidak bisa dipungkiri bahwa packaging itu menjadi nilai tambah tersendiri karena biasanya akan ada perasaan lebih senang bila packagingnya yang diterima rapi dan cantik.

Kemasan Atelier Angel(ina)

AtelierAngel membungkus produknya dengan plastik polymayer berwarna pink dan bertuliskan Atelier Angelina. Warna pink ini cocok dengan kesan brand yang ditawarkan oleh Atelier Angelina, manis, cantik, dan feminine. Dress dikemas dengan plastik mika bening ber-seal berlabel Atelier Angelina. Tidak ada tambahan lainnya. Secara keseluruhan, untuk packaging luaran ini, standar saja. Ini artinya mereka tidak menjual packaging cantik kepada pelanggan.

Standar….

Tapi ada hidden gem yang menyejukkan hati. Pada hangtag pakaiannya, terdapat doa pakaian baru. Terkesan remeh, tapi menyejukkan dan menyenangkan hati. Hangtag ini seolah menjadi pengingat kita untuk selalu berdoa dan dekat kepada Allah SWT.

Selain itu, AtelierAngel juga memberikan informasi terkait perawatan produknya. Lengkap. Mulai dari pencucucian, penyetrikaan, dan penyimpanan.

Tag terkait perawatan pakaian

Menurutku, label adalah poin plus tersendiri karena menunjukkan bahwa mereka benar-benar paham terhadap produknya serta benar-benar peduli terhadap pelanggannya. Apalagi sejauh ini belum ku temukan konsep serupa pada brand pakaian muslimah lokal lainnya. Kalau ada brand lokal dengan informasi lengkap seperti ini, bisa tinggalkan di kolom komentar ya!  

Bahan

AtelierAngel mengklaim bahwa kain yang digunakan sudah mendapatkan beberapa sertifikat seperti ISO 14001 certified, Standard 100 by OEKO-TEX Certified, dan ISO 9001 Certified. Secara sederhana, ISO 14001 certified merujuk pada sistem produksi yang ramah lingkungan; Standard 100 by OEKO-TEX Certified merujuk pada bahan yang bebas dari substance yang berbahaya; ISO 9001 Certified merujuk pada jaminan mutu produk dan layanan.

Untuk homedress jenis ini, AtelierAngel menggunakan bahan bernama basic viscose. Viscose merupakan kain yang dikenal dengan nama rayon, memiliki karakteristik yang tipis, adem, dan menyerap keringat. Bahannya ringan, memiliki kesan flowy atau jatuh.

Basic viscose yang digunakan oleh Atelier Angel memiliki struktur kain yang berserat, serat khas katun lainnya. Bahannya tergolong tipis. Sehingga, apabila keluar rumah wajib menggunakan rok dalam agar tidak transparan. Jika homedress ini hanyak dikenakan di dalam rumah, sesuai dengan namanya, maka tidak perlu memakai dalaman lagi. Sejauh ini, tidak memerlukan setrikaan karena tidak terlihat kusut.

Basic viscose yang digunakan Sarah dress ini adem! Bahannya sangat nyaman bila digunakan untuk waktu yang lama.

Pada bagian pergelangan tangan terdapat karet yang melingkar dengan rapi. Berdasarkan pengalamanku, karet ini cukup sering meliuk-liuk – seperti jenis pergelangan karet pada dress merk lainnya. Mungkin faktor tidak menempelnya karet di pergelangan tanganku yaa karena kebesaran. Bagiku, karet ini karet hanyalah aksesoris belaka karena diameternya cukup besar untuk orang kurus sepertiku.

Jahitan

Detail jahitan dan obras

Oke! Untuk harga dress 140-an, kualitas jahitannya oke banget. Rapi dengan jarak jahitannya yang pendek (kecil). Klaim bahwa kualitas jahitan butik bukan lah bualan belaka. Aku juga tidak menemukan jahitan yang miring atau keluar jalur, tidak ada juga jahitan yang ‘lompat’ atau berjarak.

Menurutku, proses quality control AtelierAngel sangat baik. Aku juga tidak menemukan banyak sisa benang yang menjuntai pada baju yang telah dibeli. Double thumbs for AA teams!

Beli lagi atau tidak?

Beli lagi, apabila motif dan bahan yang dikeluarkan sangat aku sukai. Tidak, apabila kesukaanku terhadap motifnya biasa saja. Jadi 50:50. Jujur saja, aku malas untuk  check-out rebutan di Shopee/Tokpedia. Capek, menguras emosi. Tapi kalau ada yang mau nitip check out, dengan senang hati akan ku bantu!

Alasan lain mengapa aku malas membeli lagi adalah karena pertimbangan ongkos kirim yang tidak mendapatkan potongan 😂 Ongkos kirim 1/3 harga baju. Jadi kalau mau jajan, harus mikir dua kali 🙈

Sejauh ini, aku lebih suka membeli melalui line karena kemungkinan untuk mendapatkan beberapa dress lebih besar daripada melalui market place. Selain itu, jika motif yang dikeluarkan biasa aja, maka aku bisa membeli atau mencari merk lainnya yang lebih murah hehehee

Kesimpulan

Worth to buy!

Layak banget untuk dibeli karena kualitasnya bagus. Bahannya juga bagus.

Oh ya, cutting-nya juga oke banget!

Pokoknya worth to buy!

Rating

Rating yang diberikan bersifat subjektif karena dinilai berdasarkan produk yang diterima. Dimohon untuk tidak menjadikan ulasan ini sebagai landasan utama. Rating juga dapat dipengaruhi oleh mood ataupun emosi penulis saat memberikan nilai; meskipun begitu penulis berusaha untuk menetralkan mood atau emosi saat memberikan nilai pada produk.

Relevansi adalah keselarasan antara klaim produk (baik detail yang diberikan penjual maupun testimoni pelanggan lainnya)

Kelebihan

  1. Kualitas bahan tersertifikasi
  2. Jahitan rapi
  3. Motif eksklusif
  4. Harga bersahabat
  5. Ukuran size yang beragam, mulai dari XS hingga XXXL
  6. Potongan/cutting baju nyaman, meskipun bajunya kebesaran (tidak sesuai size tubuh)
  7. Layanan komplain tersedia

Kekurangan

  1. Stok terbatas, namun permintaan tinggi sehingga sangat rebutan
  2. Sulit melakukan pembelian dalam jumlah banyak dan beragam (lebih dari satu)
  3. Katalog produk pada saat open order di marketplace membingungkan dan terkesan sangat ramai (penuh, padat)
  4. Hanya menyediakan 1 jasa pengiriman

Review Aliya Dress Kasa Heritage: Hmmm….

Beberapa dress cantik Kasa Heritage

Kasa Heritage adalah brand pakaian yang sudah lama aku pantau produknya, sejak Agustus 2019 silam. Dan baru bisa dimiliki pada akhir Januari 2021. Yeay! Akhirnya, produk impianku bisa dimiliki dengan harga miring!

Kesan yang ditampilkan oleh Kasa Heritage adalah kesan pakaian zaman dulu yang modis dan modern. Terlihat seperti kebaya modern, tetapi bukan kebaya. Cocok dipakai untuk acara-acara penting, seperti kondangan, acara seremonial seperti acara malam penganugerahan atau malam perpisahan yang ber-dress code khas Indonesia.

Secara keseluruhan, Kasa Heritage menawarkan fashion yang unik dan khas Indonesia.

Penasaran gimana produk Kasa Heritage di mataku? Check it out!

Tentang Produk

Sumber: Kasa Heritage (Instagram)

Nama produk: Aliya Dress oleh Kasa Heritage

Harga: Rp 449.000,-

Detail:

  • Bahan: Tile print dengan gold detail
  • All size
  • Lingkar dada: 108 cm
  • Panjang: 135 cm
  • Panjang lengan: 54 cm
  • Kerah V
  • Lengan panjang
  • Lined

Where to buy:

Disclaimer: Terdapat perbedaan warna ketika melihat dengan mata secara langsung dengan kamera. Seluruh isi ulasan terkait pendapat terhadap produk bersifat subjektif, karena setiap pengalaman orang berbeda-beda!

Lanjutkan membaca “Review Aliya Dress Kasa Heritage: Hmmm….”

Menghargai Air, Si Sumber Kehidupan

Setelah pergi, baru merasa kehilangan

Setelah merasa kehilangan, baru merasa berharga

– LOKA –

Beberapa minggu yang lalu, hujan lebat disertai angin kencang menghampiri Samadua, sebuah kecamatan yang berada di Provinsi Aceh. Hujan yang sangat lebat ini menyebabkan salah satu pipa PDAM mengalami kerusakan.

Selama proses perbaikan, warga mengalami kesulitan. Upaya adaptasi pun dilakukan, seperti mengurangi mandi dan jadwal cuci piring, memilah cucian, serta memodifikasi kebiasaan mencuci sayuran dan lauk. Selain itu, kami juga mengoptimalkan sisa penggunaan air, seperti menggunakan air cucian beras untuk mencuci piring. Kata tetua di kampungku, “Kita kembali ke zaman kita kecil dulu, pakai air cucian beras untuk cuci piring.”

Sebagian besar aktivitas yang membutuhkan banyak air dilakukan di desa tetangga yang memiliki kolam tradisional. Ada juga warga yang memanfaatkan air sungai untuk dikonsumsi serta untuk mandi dan mencuci.


Alam begitu baik, memberikan sumber daya yang melimpah. Manusia pun berbuat baik dengan memanfaatkannya sebaik mungkin tanpa merusak.

Sebagai sumber kehidupan, air merupakan objek vital yang bila hilang maka bumi akan kering kerontang. Jadi, selagi bumi masih memiliki banyak sumber air, maka kita harus menghargai dan menjaganya.

Bagaimana caranya?

💦 Tidak membuang sampah di sungai, baik dipinggiran maupun membuang langsung di sungainya

Kebiasaan membuang sampah di sungai memiliki dampak buruk bagi lingkungan, mencemari air dan memperbesar peluang banjir.

Beberapa tangkapan layar berita terkait penyebab banjir

Sampah yang dibuang di sungai dapat menumpuk, sehingga menyebabkan aliran air sungai terhambat. Ketika air sungai terhambat dan curah hujan tinggi, maka akan terjadi luapan yang menyebabkan banjir pada lingkungan sekitarnya.

Selain mencemari sungai dan meningkatkan risiko banjir, sampah yang dibuang di sungai juga mengotori pantai atau laut. Kok bisa? Tentu saja bisa karena aliran sungai membawa sampah-sampah itu menuju laut lepas.

💦 Tidak menebang pohon sembarangan
Tahu nggak sih kalau bukan sampah saja yang bisa menyebabkan banjir? Menebang pohon secara sembarangan juga bisa menyebabkan banjir looh….

Potongan berita terkait banjir bandang

Ketika hutan gundul, maka tanah tidak mampu lagi untuk menyimpan air hujan yang turun secara terus menerus. Ketidakmampuan dalam menyimpan air akan menyebabkan air tergenang dan berakhir dengan mengalir ke dataran yang lebih rendah, yaitu pemukiman penduduk. Kejadian ini dikenal dengan istilah air bah atau banjir bandang, yaitu banjir besar yang datang dengan tiba-tiba dan mengalir deras menghanyutkan benda-benda besar seperti kayu, dsb (KBBI).

Dengan tidak menebang pohon secara sembarangan, maka kita sudah menjaga sungai dari sampah-sampah bawaan banjir, baik sampah yang dibawa dari hutan maupun yang tersapu dari daratan seperti sofa, sepeda, dsb.

💦Mengemat air
Dengan menghemat air, maka berarti kita berpatisipasi dalam menjaga ketersediaan air di muka bumi. Kebayang nggak sih kalau seandainya bumi kekeringan? Pangan menjadi sangat terbatas karena gagal panen, binatang pun akan kesulitan mencari sumber makanannya. Apalagi manusia yang kebutuhannya berkutat pada air, makan, minum, mandi, dsb; kekeringan membuat hidup menjadi sulit, sangat sulit.

Oleh sebab itu, menghargai air dan menjaga keberlangsungannya adalah sebuah keharusan. Selagi air masih melimpah ruah, maka jaga lah sebelum kita kehilangannya. Agar tidak ada sesal yang menghantui.

Pengasuhan, Sarana Mengoptimalkan Perkembangan Anak

“Jangan duduk kayak gitu, malu kita.” tegur seorang batita sembari menarik rok wanita dewasa agar pakaian dalamnya tidak terlihat.

“Duduk, duduk!” ujar seorang batita pada pria dewasa yang sedang makan dengan posisi jongkok.

“Kakak tahu nggak kalo misalnya X suka banget nyiumin temen ceweknya?” cerita seorang anak perempuan berusia 8 tahun tentang adik kelasnya.

“Ada tuh, anak SD kelas 4 suka nonton film horor terus kena kasus. Dia ajak adik kelasnya main ke rumah dia, nonton film horor bareng, terus dia ngajak tidur bareng.”

“….”

“Kan film horor banyak adegan dewasanya. Dia nonton nggak didampingi sama orang tuanya gitu, jadi kebablasan. Makanya dia ajak adik kelasnya main ke rumahnya untuk begituan,” cerita seorang ibu pada tetangga barunya.


Potongan percakapan di atas merupakan contoh nyata dari dampak pengasuhan terhadap anak. Dampak ini dapat dilihat dari perilaku ataupun persepsi anak terhadap dunia. Ada batita yang sudah memahami bagian tubuh yang private dan tidak boleh dilihat oleh orang lain. Ada batita yang sudah mengetahui etika sederhana, bahwa makan harus duduk. Ada anak yang belum memahami tentang konsen atau kepemilikan, bahwa kita tidak boleh mencium atau dicium oleh orang lain secara sembarangan. Ada pula anak yang sudah mengenal hubungan seksual dan ingin mencobanya dengan cara yang salah. Ada gaya pengasuhan yang memberikan dampak positif, ada pula yang memberikan dampak negatif terhadap anak.

Dampak pengasuhan yang positif adalah impian setiap orang tua. Orang tua pasti menginginkan anaknya menjadi anak yang sehat, berprestrasi, dan berakhlak. Namun, apakah harapan tersebut sudah diimbangi dengan strategi pengasuhan yang sesuai? Sayangnya, masih banyak pengasuhan yang kurang sesuai dengan harapan yang diinginkan.

Ada orang tua yang membiarkan anaknya tumbuh berkembang sebebas mungkin tanpa menyediakan kebutuhan dasarnya, penelantaran. Ada pula yang membiarkan anaknya dengan menyediakan fasilitas atau kebutuhan dasarnya, memanjakan tanpa aturan.

Ada orang tua yang sangat bertanggung jawab pada anaknya sehingga muncul perasaan bahwa ia memiliki kuasa atas anaknya. Padahal, anak juga memiliki kuasa atas dirinya sendiri. Orang tua yang merasa berkuasa penuh pada anak akan cenderung bersikap otoriter, seperti pemaksaan kehendak, menolak berdiskusi dengan anak, serta penerapan disiplin yang kaku dan keras sehingga memberikan peluang munculnya kekerasan dalam pengasuhan. Perebutan kekuasaan ini akan berdampak pada hubungan orang tua-anak, seperti merenggangnya hubungan keluarga dan penolakan oleh anak yang bisa berakibat pada kenakalan remaja.

Jadi, pengasuhan seperti apa yang harus dilakukan oleh orang tua agar berdampak positif bagi perkembangan anak?

Jawabannya sederhana, sesuaikan dengan kebutuhan anak. Lakukan pendekatan kepada anak dengan mempertimbangkan karakternya.

Sri Lestari dalam bukunya menyebutkan jika orang tua sebaiknya menyadari bahwa dalam pengasuhan ia merupakan agen utama dan pertama untuk membantu perkembangan anaknya. Orang tua berperan sebagai sarana untuk mengarahkan anak, memaksimalkan potensi anak, serta membantu anak dalam menyelesaikan tugas-tugas perkembangannya.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memenuhi peran orang tua sebagai sarana membantu perkembangan anak, di antaranya:

1. Melimpahi anak dengan kasih sayang, terutama pada tahun pertama

Berdasarkan teori Erikson, tugas perkembangan anak pada tahapan ini adalah trust vs mistrust, kepercayaan versus ketidakpercayaan. Anak akan membangun persepsi seberapa baik dunia kepada dirinya. Apakah dunia akan menjadi tempat tinggal yang aman baginya? Apakah akan menyenangkan? Apakah akan menakutkan? Terabaikan?

Persepsi pada anak tentang dunia merupakan akibat sikap orang tua terhadap dirinya. Misalnya, ketika anak menangis, apakah akan dibiarkan atau ditenangkan? Ketika ia ingin ASI, apakah akan diberikan atau dibiarkan? Apakah kebutuhan dasarnya terpenuhi? Berdasarkan perilaku orang tua maupun orang sekitar ini lah yang akan menyebabkan anak membangun kepercayaan seberapa baik dunia terhadap kehadiran mereka.

Tentunya, kasih sayang yang diberikan oleh orang tua tidak terbatas pada tahun pertama anak saja. Orang tua tetap wajib memberikan kasih sayang kepada anak tanpa memandang usia. Mengapa? Karena pemberian kasih sayang oleh orang tua akan berdampak positif bagi perkembangan anak, seperti dapat membangun rasa percaya diri, serta adanya perasaan dihargai sehingga anak dapat berkembang semaksimal mungkin.

2. Membantu anak menyiapkan dirinya untuk masuk ke lingkungan sosial

Anak tidak bisa hidup sendirian, ia membutuhkan orang lain, baik saat ini maupun di kemudian hari. Oleh sebab itu, anak membutuhkan kemampuan bersosialisasi yang cukup. Sebaiknya orang tua memahami bahwa bersosialiasasi bukan hanya tentang ramah kepada setiap orang, tapi bagaimana anak berhubungan dengan orang lain, baik itu sebagian ataupun semua orang.

Ada anak yang cepat ramah dengan orang baru, ada anak yang malu-malu kucing. Ada anak yang menunggu pertemanan, ada pula yang mengajak berteman. Beragam! Setiap anak memiliki karakter yang unik, berbeda antara satu dengan lainnya. Dengan adanya pemahaman ini, diharapkan agar orang tua tidak memaksa anak untuk bersosialisasi, pahami karakter anak, lalu cari jalan terbaik agar anak mampu bersosialisasi dengan baik.

Tenang, biarkan anak mengambil waktunya sendiri untuk bersosialisasi. Let your children to take their time to socialize!

  • Basic skill dalam bersosialisasi

Apakah anak anda pemalu? Apakah anak anda merupakan anak yang ramah? Bagaimana pun karakter anak anda, orang tua tetap wajib mengajarkan kemampuan dasar dalam bersosialisasi. Tumbuhkan anak dalam lingkungan yang akan membentuk dia menjadi manusia yang beretika, berakhlak, bermoral.

Apa sih yang bisa diajarkan kepada anak terkait hal ini? Banyak. Orang tua dapat menyesuaikan hal apa yang perlu dilatih dengan goals masing-masing.

Tapi… pastikan untuk mengajarkan anak tentang etika, adab, sopan santun, serta konsep meminta maaf, meminta tolong, dan berterima kasih.

Cara paling cepat untuk mengajarkan anak adalah dengan mencontohkannya, mempraktikkannya dan membiasakannya. Misalnya, ketika orang tua berjanji melakukan sesuatu kepada anak, lalu karena satu dan lain hal di tunda, maka orang tua baiknya meminta maaf kepada anak karena telah melanggar perjanjian yang dibuat. Atau ketika anak membereskan mainannya, lalu ia merapikannya tanpa perlu disuruh, ucapkan lah terima kasih sebagai bentuk apresiasi. Ketika anak melakukan kesalahan kepada orang tua atau orang lain, ajarkan kepada dia untuk meminta maaf. Biasakan. Lalu biarkan kebiasaan baik ini terinternalisasi di dalam dirinya.

Pada potongan percakapan di awal paragraf, seorang batita mengetahui bahwa apabila hendak makan maka harus duduk. Anak ini mencontoh perilaku orang di sekitarnya, ketika ia makan dalam posisi berdiri, maka ia akan ditegur oleh orang tuanya. Jadi, ketika ia melihat orang terdekatnya melanggar etika tersebut, maka ia akan menegurnya juga. Pada praktik ini, anak belajar tentang etika melalui kebiasaan sehari-hari di rumah. Lagi-lagi, pengasuhan di rumah berperan sangat besar dalam mengajarkan konsep ini.

  • Pemahaman tentang diri, terutama terkait dengan bagian tubuh privat

Poin ini adalah poin wajib yang tidak boleh dilewatkan. Sedih nggak sih jika melihat berita diisi dengan kasus kekerasan seksual yang dialami oleh anak-anak? Seperti gunung es, yang muncul ke permukaan hanya lah sebagian kecil saja, sisanya? Disembunyikan karena menjadi korban adalah hal yang memalukan atau anak dan orang tua tidak tahu bahwa apa yang dialami adalah sebuah kekerasan seksual, pelanggaran hukum dan moral. Oleh sebab itu, sebaiknya anak diajarkan tentang pendidikan seks dan juga gender.

Pendidikan seks mengajarkan anak tentang jenis kelamin, cara menjaganya, baik menjaga kebersihan, keamanan maupun keselamatannya. Pada praktiknya, pendidikan seks harus selaras dengan agama yang dianut serta harus sesuai dengan usia anak. (Untuk informasi terkait pendidikan seks berdasarkan usia anak, dapat kamu temukan di sini. Informasi terkait pendidikan seks dalam pendangan agama islam dapat kamu baca di sini)

Sebagai orang dewasa, kita dapat memodifikasi pendidikan seks seperti apa yang tepat untuk anak atau adik kita. Hal sederhana yang bisa dilakukan adalah mengajarkan tentang bagian privat tubuhnya yang tidak boleh dilihat dan dipegang oleh orang lain kecuali orang tuanya atau profesional seperti dokter. Ajarkan anak untuk lari atau berteriak apabila ada orang yang menyentuh bagian privatnya. Minta anak untuk bercerita kepada orang tua jika ia mengalami ketidaknyamanan.

3. Mendukung dan terlibat dalam kegiatan anak

Dukungan orang tua kepada anak dapat berupa emosi ataupun instrumental, seperti komunikasi yang terbuka, perilaku atau ucapan yang menunjukkan kasih sayang, serta penyediaan sarana dan prasarana dalam pemenuhan kebutuhannya. Keterlibatan merujuk kepada peran aktif orang tua dalam kegiatan anak-anaknya, misalnya ikut menemani anak bermain, mendampingi ketika anak belajar, dsb. Ide bermain bersama anak lainnya dapat kamu temukan di sini, pada website TheAsianParent.

Ada banyak penelitian yang menyebutkan dampak positif dari dukungan dan keterlibatan orang tua, beberapa di antaranya adalah harga diri yang positif, menurunnya perilaku agresi (kekerasan), kepuasan hidup, regulasi diri yang baik, prestasi akademik pada remaja, serta meningkatnya kualitas hubungan keluarga.

4. Pendisiplinan

Pengasuhan yang dilakukan orang tua sebaiknya dilakukan seimbang, baik itu dukungan ataupun aturan.

Orang tua dapat melakukan berbagai upaya dalam pendisiplinan, misalnya dengan menentukan jadwal mencuci piring, menyapu rumah, membantu bagian dapur, bagi seluruh anggota keluarga. Orang tua juga dapat mendisiplinkan anak dengan mengatur jadwal tidur, menonton televisi, bermain gadget, bermain bersama teman, atau bahkan aturan untuk wajib makan bersama.

Tentunya, aturan ini disesuaikan dengan goals pada keluarga masing-masing. Keluarga seperti apa yang ingin dibangun? Aturan apa saja yang dapat mendukung tercapainya goals tersebut? Aja

Nah, empat sarana bantuan untuk mengoptimalkan perkembangan anak tersebut adalah garis besarnya saja! Kamu bisa membaca lebih banyak artikel terkait pengasuhan di TheAsianParent.

Selamat bertumbuh menjadi ibu dan ayah!

See ya!

Referensi:

Lestari, S. 2016. Psikologi Keluarga: Penanaman Nilai dan Penanganan Konflik dalam Keluarga.

Santrock, J. W. 2012. Life Span Development.

Lingkungan Bebas Kekerasan Gender

Pada tahun 2019, tercatat sebanyak 431.471 kasus kekerasan dialami oleh perempuan. Angka ini meningkat dari tahun sebelumnya, yaitu 406.178 kasus kekerasan. Pada era digital ini, kekerasan tidak hanya terjadi di dunia nyata saja, tetapi juga terjadi di dunia maya. Hingga Oktober 2020, Komnas Perempuan sudah menerima 659 kasus kekerasan gender berbasis daring.

KBBI menerangkan bahwa kekerasan adalah perbuatan seseorang atau kelompok yang menyebabkan cedera atau matinya orang lain atau menyebabkan kerusakan fisik atau barang orang lain. Pengertian kekerasan ini kemudian berkembang menjadi lebih spesifik, khususnya dalam hal kekerasan seksual; kekerasan seksual didefinisikan sebagai tindakan fisik atau nonfisik yang merendahkan, melecehkan atau menyerang seksualitas tubuh atau fungsi reproduksi orang lain secara paksa atau tanpa persetujuan.

Kekerasan tidak memandang gender dan usia, perempuan atau laki-laki, anak-anak atau orang dewasa, ataupun tingkat pendidikan. Semua dari kita memiliki risiko untuk menjadi korban kekerasan gender. Meskipun begitu, kita dapat mengelak bahwa kekerasan lebih banyak dialami oleh kaum perempuan, salah satunya karena adanya ketimpangan relasi antar gender di lingkungan sosial kita.

Ada heberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah ataupu meminimalisir kekerasan gender, yaitu memahami tentang kekerasan seksual, mengajarkan pendidikan seks pada anak sesuai dengan usianya, membangun lingkungan yang bebas kekerasan gender.

Gambar ilustrasi: Canva dan Shutterstock

Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah memahami apa yang dimaksud dengan kekerasan seksual ataupun kekerasan gender. Karena, jika kita tidak tahu dan paham, maka bagaimana kita menyadari bahwa perilaku tertentu merupakan kekerasan gender atau seksual? Banyak dari kita yang menjadi korban kekerasan, namun tidak menyadarinya. Hal ini biasanya terjadi pada korban yang mengalami kekerasan psikis, kekerasan yang dianggap wajar karena tidak menimbulkan luka fisik. Padahal sama saja, baik kekerasan psikis maupun fisik tetap menimbulkan trauma kepada korban.

Kenalkan pendidikan seks pada orang terdekat, khususnya pada anak, adik, ataupun keponakan. Jika kamu memiliki anak, adik perempuan dan/atau laki-laki, maka ini adalah saat yang tepat untuk mengajarkan pendidikan seks pada mereka.

“Untuk apa berbicara hal seperti itu kepada anak-anak?”

Tidak, pendidikan seks bukan lah hal tabu seperti yang dibayangkan. Pendidikan seks mengajarkan anak tentang jenis kelamin, cara menjaganya, baik menjaga kebersihan, keamanan maupun keselamatannya. Pada praktiknya, pendidikan seks harus selaras dengan agama yang dianut serta harus sesuai dengan usia anak. Sebagai orang dewasa, kita dapat memodifikasi pendidikan seks seperti apa yang tepat untuk anak atau adik kita. Hal sederhana yang bisa dilakukan adalah mengajarkan tentang bagian privat tubuhnya yang tidak boleh dilihat dan dipegang oleh orang lain kecuali orang tuanya atau profesional seperti dokter. Ajarkan anak untuk lari atau berteriak apabila ada orang yang menyentuh bagian privatnya. Ulangi terus hingga pengetahuan menyelamatkan diri ini terinternalisasi pada anak.

Langkah selanjutnya adalah menerapkan pengetahuan yang dimiliki dengan tidak menjadi pelaku kekerasan gender ataupun menjadi pengamat bila kekerasan gender terjadi di sekitar kita. Hal ini menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan yang bebas kekerasan gender, yaitu dimulai dari diri sendiri.

Selanjutnya, serahkan kepada sekolah, aparatur pemerintahan atau organisasi di lingkungan tempat tinggal untuk mengadakan sosialisasi terkait kekerasan gender bagi pemuda atau orang tua, agar orang dewasa sadar, betapa pentingnya pengetahuan terkait kekerasan gender.

Nilai Karakter Tersembunyi di Balik Webinar Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19

“Ummi, kapan kita ngaji lagi?” tanya anak-anak TPQ kepada Kepala TPQ di desaku.

“Bu, kapan kita mulai sekolah lagi?” tanya salah satu murid kepada gurunya melalui pesan WhatsApp.

Pertanyaan yang menandakan bahwa anak-anak sudah rindu untuk melakukan kegiatan belajar tatap muka. Anak-anak rindu untuk belajar kembali bersama guru dan bermain secara langsung dengan teman-teman. Rindu yang tidak terbalas sebab pandemi belum berakhir. Kita masih diintai oleh virus tak kasat mata yang bernama Coronavirus disease-2019.

Tidak dapat dipungkiri bahwa pandemi mempengaruhi berbagai lini kehidupan, mulai dari sosial, ekonomi, pendidikan, hingga kebiasaan hidup bermasyarakat. Semula, kita dapat bersosialisasi dengan bebas tanpa aturan, kini kita bersosialisasi terbatas dengan aturan. Semula, pendidikan kita berjalan dengan pembelajaran tatap muka, kini pembelajaran dilakukan dalam jaringan. Pandemi memaksa kita untuk menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi, “Mau tak mau, kamu harus beradaptasi.”

Berbagai upaya dilakukan untuk melancarkan proses adaptasi dalam bidang pendidikan, salah satunya dengan menyelenggarakan webinar bertema Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19. Webinar yang diselenggarakan oleh Kemendikbud RI ini menawarkan beragam sudut pandang dari para narasumber, sehingga peserta dapat mengambil pesan-pesan penting di dalamnya. Beberapa hikmah yang dapat dipetik adalah:

1. Mandiri dan disiplin
Proses belajar ‘sendirian’ di rumah mengajarkan anak untuk mandiri, tidak bergantung kepada orang lain dan fokus terhadap apa yang ia cita-citakan. Keseriusan anak didik dapat dilihat dari perilaku selama mengikuti pembelajaran daring, misalnya kedisiplinan selama mengikuti kelas, tepat waktu saat masuk kelas, dan disiplin dalam mengumpulkan tugas sekolah.

2. Kreatif

Karakter kreatif dapat dilihat dari pengalaman salah satu narasumber webinar yang mengadakan lomba 17 Agustus secara online. Dalam pelaksanaan lomba ini, anak diminta untuk membuat karya-karya yang menuntut kreativitas mereka.

Orang tua pun tak kalah kreatif dengan menyiapkan berbagai taktik jitu guna menjaga fokus anak ketika anak belajar di rumah.

3. Tanggung jawab

Siswa memiliki kewajiban untuk belajar. Ketika ia melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh, maka anak sudah menunaikan tanggung jawabnya dan belajar untuk menjadi individu yang memiliki integritas.

Tak hanya siswa saja yang belajar bertanggung jawab, pemangku kepentingan juga menjalankan tugasnya dengan berbagai inovasi yang membantu pembelajaran. Misalnya, kepala desa yang menyediakan fasilitas WiFi kepada warganya. Jajaran pemerintah yang berusaha mengeluarkan regulasi dan intervensi guna meminimalisir dampak pandemi. Guru pun tetap aktif menjalankan tugasnya, mengajar siswa, menyusun rancangan pembelajaran dengan berbagai penyederhanaan.

4. Peduli sosial

Masyarakat menginisiasi gerakan sedekah gawai, oleh masyarakat untuk siswa yang membutuhkan. Tak hanya itu saja, banyak donasi-donasi yang ditujukan untuk penyediaan paket internet bagi siswa yang membutuhkan. Selain itu, ada juga pengusaha UMKM yang menyediakan minuman dan akses internet di kafe secara gratis untuk siswa yang belajar. Hal ini menunjukkan bahwa karakter peduli sosial, empati, solidaritas, dan tolong menolong masih mendarah daging di masyarakat Indonesia.

Keberhasilan individu yang terlibat dalam proses adaptasi akan melahirkan karakter mandiri, gotong royong, integritas, dan nasionalisme.


Tak hanya itu saja, kita, sebagai peserta webinar juga menunjukkan nilai karakter yang patut diapresiasi, yaitu rasa ingin tahu yang tinggi karena berupaya untuk mengetahui lebih dalam tentang pembelajaran pada masa pandemi.

Dare To Be Me with ASUS VivoBook S14 S433

Sadar nggak sih kalau banyak dari kita terbiasa hidup dengan kepura-puraan? Kita terbiasa tampil dalam sosok ideal orang lain yang kita bangun, hidup dalam persona yang gemerlapan penuh dengan sanjungan, hingga kita lupa bagaimana rasanya menjadi diri sendiri tanpa harus berpura-pura ideal. Kita terbuai oleh kebahagiaan semu ‘demi orang lain’ hingga kita lupa siapa sosok sesungguhnya di balik saya.

Hingga pada satu titik, pertanyaan ‘siapa saya?’ adalah pertanyaan yang sangat berat untuk dijawab. Kita terdiam lama, merenungi sebuah pertanyaan yang hanya terdiri dari dua kata namun memancing gejolak emosi yang besar. Siapa kah saya?

Blank. Kosong. Tidak satupun jawaban yang dirasa memuaskan keluar dari mulut kita. Kita terbata-bata seolah kita lupa dengan ‘siapa kita’. Hei, kamu siapa?

Lagi-lagi tak ada jawaban murni yang muncul dari diri sendiri. Seolah kita lupa siapa diri kita yang sebenarnya. “Siapa aku?” Kita terpaku pada jawaban yang terstruktur, sama dengan orang lain. Padahal kita adalah kita, saya adalah saya, berdiri sendiri dengan keunikan masing-masing.

Kita seolah lupa pada frasa jati diri hanya karena terbiasa berpura-pura menjadi orang lain. Lupa yang menunjukkan bahwa kepura-puraan yang kita lakukan sudah mendarah daging.

Biasanya, kepura-puraan ini dilandasi karena tuntutan society agar kita bertindak seperti orang kebanyakan. Contoh sederhananya adalah tuntutan tidak langsung ketika kita bersedih maka jangan sampai orang lain tahu, atau tetap tersenyum bagaimana pun keadaannya, dan hal sejenis lainnya yang cenderung menjurus ke toxic positivity. Padahal nggak masalah kalau kamu sedih di depan orang lain, nggak masalah kalau kamu nggak mau senyum ke orang lain, dan nggak masalah kalau kamu mau menunjukkan semua emosi yang dimiliki kepada orang lain. Tapi ingat, kebebasan dalam mengekspresikan diri harus disertai dengan tanggung jawab.

Lelah nggak sih hidup dalam kepura-puraan yang seperti itu? Capek nggak sih menjadi ideal untuk orang lain? Capek nggak pura-pura kalau semuanya baik-baik aja padahal kenyataannya nggak ada yang baik-baik aja?

Kalau aku sih capek…. Capek terlihat bahagia seolah menerima keputusan tanpa pilihan itu dengan lapang dada. Rasanya capek banget karena memalsukan diri demi orang lain. Contohnya kayak kuliah dijurusan yang sama sekali nggak pernah diinginkan. Kebayang nggak sih perjuangan emosional+perjuangan lulus dengan perasaan terpaksa?

Kita seolah diberi pilihan, namun nyatanya tak pernah ada pilihan.

Kebiasaan ‘demi orang lain’ ini memiliki dampak buruk yang mungkin tidak disadari, misalnya menjadi lebih malas, tidak bersemangat, tidak produktif karena energi dihabiskan untuk memuaskan orang lain. Jika pun produktif, maka tenaga yang dibutuhkan bisa berlipat ganda besarnya. Capeknya double, capek fisik dan emosional.

Berbincang tentang berpura-pura demi orang lain, ASUS baru saja meluncurkan VivoBook S14 S433 yang unik dan trendy👌Unik karena dibuat untuk mendobrak tren di dunia per-laptop-an.

Nggak cuma unik, laptop ini diluncurkan untuk mendukung generani milenial yang super dinamis agar tetap produktif dengan performanya yang tinggi. Seiring dengan peluncurannya,ASUS VivoBook S14 S433 juga turut mengampanyekan jargon yang cocok banget sama kepalsuan dan kejujuran, DARE TO BE YOU!

Sebuah Filosofi

Hadir dengan prosesor Intel terbaru, ASUS VivoBook S14 S433 menawarkan pengalaman yang bersifat pribadi tanpa mengurangi kesan trendy. Laptop ini menawarkan performa terbaiknya dengan  prosesor 10th Gen Intel Core yang hemat daya dan dukungan fitur premium seperti fingerprint sensor, teknologi fast charging, serta backlit keyboard yang dapat mendukung produktivitas kawula muda.

Fitur finger print

Laptop berukuran 14 inch ini juga menawarkan makna mendalam di balik kehadirannya. Sebuah makna yang bila ditelisik lebih dalam meminta kita untuk melihat ‘kita yang sebenarnya’. ASUS seolah mengajak kita, “Ayo dong, tunjukin diri kamu yang sebenarnya. Nih aku kasih fasilitasnya.” ASUS seperti menyentil kita agar sadar dan berhenti dengan kepalsuan yang selama ini kita tunjukkan, faking good to fit the society bukan lah sebuah jawaban, namun pilihan.

Sama seperti hidup yang kita jalani, kita yang saat ini adalah hasil dari pilihan di masa lalu, dan ASUS menawarkan pilihan ― ingin mendobrak kebiasaan demi orang lain bersama ASUS VivoBook S14 S433 atau tetap jadikan hidup kita sesuai dengan keinginan orang lain.

Nggak main-main dengan tema yang diusungnya, ASUS meluncurkan 4 pilihan warna penuh makna, yaitu resolute red, berapi-api dan mencolok, mencerminkan sosok yang tidak takut dengan apa yang dipikirkan oleh orang lain; indie black, independen dan memimpin tanpa kompromi, mencerminkan sosok yang berjiwa kepemimpinan dan bertanggungjawab; gaia green, mencerminkan kemampuan adaptasi dan terbuka; dan dreamy silver, yang berarti berani bermimpi, mencerminkan kemauan untuk memperjuangkan cita-cita.

Empat warna unik VivoBook S14 S433

Keempat warna ini mengajak kita untuk menjelajahi diri, “Warna ASUS VivoBook S14 S433 apa yang paling menggambarkan dirimu?”

Kalau aku sih bingung… karena ASUS VivoBook S14 S433 menawarkan sisi kepribadian yang sangat positif sedangkan aku merasa sisi positifku tidak sepositif filosofi warnanya. Duh!

Tapii… aku punya warna kesukaan loh….

Ini dia!

VivoBook S14 S433 Dreamy silver dan stiker Muklay

Warna yang kusuka adalah dreamy silver karena kesannya mewah, simple, yet elegant. Dan jika melihat ke belakang, kepribadianku cukup cocok dengan maknanya, a dreamer, cenderung ambisius.  Aah, ternyata aku punya sisi positif yang baru ku sadari ketika mengetik tulisan ini.

Bagaimana denganmu? Warna VivoBook S14 S433 apa yang paling kamu suka? Apakah cocok dengan kepribadianmu?

Jika kamu belum menyadari kekuatanmu, kamu bisa loh tanya ke temen-temenmu. “Menurutmu, aku itu orang yang seperti apa?” Nanti dijawab sama temen kamu dan dari jawaban itu, kamu bisa melihat kekuatan yang belum kamu sadari ✨

Untuk Orang yang Kebingungan dan Berusaha Melepaskan

Well, kupikir… aku adalah salah satu pelaku faking good to fit the society hingga aku hilang arah ☹️ Bingung dengan diri sendiri 🥺

Sejujurnya, aku tahu bahwa kebingungan ini merupakan risiko atas sebuah pilihan, sebab aku memilih untuk hidup normal sesuai dengan standar orang lain. Apakah kamu sama sepertiku? Berpura-pura agar cocok dengan orang lain?

Jika ya, maka aku tidak sendirian 😄

Untuk aku dan kamu yang bingung dengan diri sendiri, ingin menemukan jati diri, dan sedang berusaha melepaskan tekanan sosial pada diri….

Ingat, jangan terlalu lama berdiam diri dengan kepura-puraan yang selama ini kita jalani. Yuk kita berbenah diri, membangun idealisme sendiri karena tak ada gunanya menyalahkan society. Bukan kah segala sesuatunya harus dimulai dari diri sendiri?

Kita dapat memulainya dari hal yang sangat sederhana, misalnya dengan menyibukkan diri pada hal-hal bermanfaat. Kita bisa belajar meningkatkan produktivitas tanpa melupakan hiburan bersama ASUS VivoBook S14 S433. Playing and working at the same time.

Playing and working merupakan langkah awal untuk mengoptimalkan kemampuan diri, untuk menemukan sosok lain dalam diri, serta menanggalkan kepalsuan. Dan dengan hal itu kita akan berusaha menyembukan luka akibat terlalu lama berpura-pura .

Bagaimana caranya menanggalkan kebiasaan berpura-pura?

Langkah pertama adalah berhenti untuk peduli dengan apa yang dikatakan oleh orang lain. Ini hidupmu, maka semua keputusan ada padamu. Tutup telingamu bila pembicaraan sudah menjurus kearah yang kita hindari. Jangan urusi hal-hal yang tidak berkaitan denganmu namun memakan energi yang besar, seperti komentar tidak penting orang lain terhadap dirimu.

Sebagai proses awal menjadi diri sendiri, maka lingkungan yang mendukung akan sangat dibutuhkan. Kurangi interaksi dengan orang-orang yang meminta kamu untuk berpura-pura. Kita nggak memutuskan tali silaturahmi kok karena kita masih berinteraksi dengan orang tersebut meskipun minim. Kita hanya sedang menyelamatkan diri agar tidak tenggelam di lautan kepura-puraan.

Jika tidak bisa melakukan hal tersebut karena satu dan lain hal, nggak masalah kok! Kamu bisa loncat ke langkah selanjutnya. Tapi wajib untuk diingat bahwa langkah ini membutuhkan kekonsistenan yang tinggi.

Langkah apakah itu?

Jujur pada diri sendiri dan menuliskan kejujuran itu.

Instruksinya mudah, tuliskan perasaanmu dengan jujur tanpa ada yang ditutup-tutupi.

Kegiatan menulis ini pada dasarnya serupa dengan salah satu terapi di psikologi yang bernama writing therapy. Sesuai namanya, terapi ini mengharuskan kamu menulis apapun yang ada dipikiran dan dihatimu dengan sejujur-jujurnya. Tujuan menulis ini adalah untuk menyortir pikiran dan perasaan kita. Selain menulis dengan jujur, kita juga harus menulis dengan rutin. Meskipun mungkin kita berpandangan bahwa tidak ada cerita yang layak dituliskan, tetap menulis!

Apakah kamu ingin mencoba writing therapy ini? Tenang saja, kamu masih bisa melakukan terapi ini meskipun tanpa bantuan professional karena pada dasarnya konsep yang ditawarkan adalah sama dengan menulis diary. Namun poin pentingnya adalah untuk membiasakan jujur pada diri, sebab kita membutuhkan kebiasaan baru untuk menghancurkan kebiasaan lama.

Kamu nggak suka nulis di kertas? Jangan khawatir sebab ada ASUS VivoBook S14 S433 yang siap menjadi catatan harianmu. Namun ingat, syaratnya adalah JUJUR. Kamu nggak perlu khawatir dengan tangan usil yang akan membuka catatanmu sebab kita bisa memanfaatkan fitur login-nya yang canggih.

Laptop lainnya juga bisa kayak dikunci kok. Jadi nggak ada beda dong VivoBook S14 S433 dengan laptop jenis lainnya?

Waah, kamu salah nih. Kamu harus tahu kalao ASUS VivoBook S14 S433 sudah mendukung login dengan mudah lewat fitur Windows Hello yang memanfaatkan sensor sidik jari yang tersedia di laptop. Selain itu, laptop ini juga didukung pemasangan foto login dengan Windows Hello. Ini artinya proses login kamu lebih mudah dan cepat dibandingkan dengan memasukkan kata sandi. Belum lagi kalo lupa kata sandinya 🤦🏼‍♀️.

Jadi nggak perlu khawatir rahasiamu akan terkuak kan? Nggak perlu khawatir lupa kan? Hihii 🤭 !

Bagiku, fitur kunci yang ada pada ASUS VivoBook S14 S433 ini adalah sesuatu yang sangat aku butuhkan karena ia memenuhi kebutuhan privasiku yang tinggi. Selain itu, fiturnya cocok banget buat aku yang super duper pelupa.

Sambil menyelam minum air adalah ungkapan yang paling tepat untuk pemanfaatan tulisan ini. Aku bisa menjadi orang yang sedikit bermanfaat bagi orang lain dengan cara memplubikasikan tulisanku dalam blog. Bukan catatan yang sama persis seperti proses terapi sih, tapi lebih kepada hikmah-hikmah yang bisa ku petik dari pengalaman hidup.

Senang banget karena aku bisa menunjukkan siapa diriku yang sebenarnya melalui tulisan tanpa nama.

Apakah kamu tahu blogku yang dijadikan tempat curhat berhikmah itu? Kalo bener aku kasih hadiah pulsa deh hihiii  😉 (ini beneran ✌️)

Nah, di blog itu pula aku mulai belajar untuk menjadi manusia berani dan berseni. Berseni karena aku berusaha dan belajar menentukan layout blog yang friendly. Berani untuk mengemukakan pendapat tanpa harus takut dihakimi oleh orang-orang yang ku kenal. Karena anonim, diblog itu aku nunjukin segala flaws dan upaya perbaikan diriku. I show you my best self with my biggest flaws as a human.

Dan ASUS VivoBook S14 S433 cocok banget untuk menunjang hal itu. Aku bisa ngedit video ringan tanpa ngadat! Aku juga bisa ngedit gambar tanpa perlu nunggu loading yang lama. Sumpah deh, nggak kebayang betapa membantunya ASUS VivoBook S14 S433 ini untukku yang sedang berusa menjadi dare to be me dengan jalan ninja.

Tentang ASUS VivoBook S14 S433

Mengusung tema dare to be you, VivoBook S14 S433 hadir untuk tampil berani melawan tren dengan meluncurkan empat warna ekspresif yang menggambarkan kepribadian pengguna yang sebenarnya.  

Keempat warna yang dimaksud adalah Dreamy White, Gaia Green, Resolute, dan Indie Black. Warna yang mendobrak tren per-laptop-an inu memberikan kesan pertama yang unik, bergaya, dan berkelas tanpa melepaskan jati diri penggunanya. Cocok banget untuk milennial yang ingin tampil unik, berani, dan tetap produktif.  

Laptop berukuran 14 inch ini dirancang dengan tipis dan ringan tanpa mengurangi fungsi, keunikan, serta keestetikan nan elegannya.

Bagian depan (luar) laptop yang tampak seperti glossy

Hal ini ditunjukkan dengan sasis logam bertekstur dan tepian yang berbentuk diamond cut yang memudahkan pengguna untuk membuka-tutup laptopnya.

Tampak bagian dalam dan luar VivoBook S14 S433

Laptop ini memiliki tombol Enter yang diberi aksen warna kuning yang cukup mencolok sehingga menambah kesan berbeda dan unik. Easy to spot!

Tombol Enter yang diberi aksen kuning
Easy to spot!

Walaupun berukuran 14 inch, laptop ini dijamin tidak akan membebani punggung ataupun tangan pengguna ketika membawanya. Mengapa? Karena bobotnya super ringan, hanya 1,4 kg. Pun dengan desainnya yang ultra thin, 15,9 mm, VivoBook S14 S433 dapat dimasukkan kemana saja. Eits, tapi tidak bisa dimasukkan ke kantong celana ya!  

Tampak samping VivoBook S14 S433 yang mengusung ultra thin
Easy to carry

Untuk mendukung desain yang berkelas ini, ASUS menenagai VivoBook S14 S433 dengan prosesor Intel® Core i7 Generasi 10 dengan memori hingga 16 GB dan grafis NVIDIA® MX250 sehingga laptop ini layak dipertimbangkan oleh siapa aja! Kamu content creator? Kamu orang biasa yang kebutuhan laptopnya hanya untuk hal sederhana seperti Office saja? Tenang, laptop ini cocok untuk kamu! Apalagi dengan PCle®SSD yang mendukung kinerja laptop, karena kapasitasnya yang besar memberikan penyimpanan super cepat bagi penggunanya sehingga dapat diakses dengan cepat juga. FIX sih ini, apapun dan siapapun kamu cocok banget punya laptop ini!

Prosesor 10th Gen Intel Core dan nVidia

Oh ya, VivoBook S14 S433 juga bisa fast charging loh! Jadi bukan hanya ponsel saja yang bisa fast charging, tetapi laptop pun bisa! Keren nggak tuh?

Fitur fast charging pada laptop ini bisa membantu isi ulang baterai dari rendah hingga 60% hanya dalam 40 menit. Beberapa reviewer juga mengulas bahwa VivoBook S14 S433 bisa terisi dari 0 hingga 50% dalam waktu ±40 menit. Cepet nggak tuh? Tentunya dengan pengisian yang super cepat ini bisa mempersingkat waktu tunggu kita, apalagi bila kita sedang berpergian dengan sumber listrik yang terbatas.

Hal yang paling aku senangi dari VivoBook S14 S433 ini adalah karena adanya fitur backlit pada keyboardnya. Dulu aku mengira bahwa semua laptop memiliki backlit keyboard, tapi ternyata tidak! Hanya laptop tertentu yang memiliki keyboard dengan lampu, dan VivoBook S14 S433 memilikinya! Mantul nggak tuh?

Fitur backlit pada keyboard

Kita jadi bisa ngetik di tempat yang minim cahaya tanpa perlu nyenterin keyboardnya pake senter hp. Hayo, siapa nih yang kalo ngetik gelap-gelapan suka nyenterin pake hp?

Apalagi kalau listrik sedang padam! Duh! Backlit keyboard ini sangat membantu karena tetap bisa ngetik meskipun mati lampu! Apalagi untukku yang tinggal di pulau Sumtera, listrik padam itu udah jadi makanan sehari-hari…. Dan jika padam, maka terhentilah seluruh kegiatan per-laptop-an karena nggak bisa dipakai buat ngetik kecuali disenterin – dan senternya nggak bisa dipakai sembarangan karena khawatir listrik padam sampai besok paginya.

Spesifikasi VivoBook S14 S433

Di bawah ini adalah spesifikasi VivoBook S14 S433 yang dirangkum dalam bentuk tabel,


Finish / Colour
Indie Black, Gaia Green, Resolute Red, Dreamy Silver
Operating System
Windows 10 Home
ProcessorIntel® Core i7-10510U processor
1.8GHz quad-core with Turbo Boost (up to 4.9GHz) and 8MB cache

Intel® Core i5-10210U processor
1.6GHz quad-core with Turbo Boost (up to 4.2GHz) and 6MB cache
Graphics
(Grafis)

NVIDIA® GeForce® MX250
Video memory size: 2GB GDDR5 VRAM
Display
(tampilan)
14” LED-backlit IPS Panel HD (1920 x 1080) 16:9
Frameless NanoEdge display with 85% screen-to-body ratio
178° wide-view technology

 8GB 2666MHz DDR4
Storage
(Penyimpanan)
512GB PCIe SSD
Intel® Optane Memory H10 with Solid State Storage
(32GB Optane + 512GB SSD)
Interfaces
1 x USB 3.2 Gen 1 Type-C
1 x USB 3.2 Gen 1 Type-A
2 x USB 2.0
1 x HDMI
1 x Audio combo jack
1 x MicroSD card reader
1 x DC-in
Keyboard and TouchpadKeyboard
Full-size backlit, with 1.4mm key travel

Touchpad
Intelligent palm-rejection;
Precision touchpad (PTP) technology supports up to four-finger smart gestures
Audio
ASUS SonicMaster stereo audio system with surround-sound; smart amplifier for maximum audio performance
Array microphone with Cortana voice-recognition support
3.5mm headphone jack
Certified by Harman Kardon
CameraHD Camera
Wireless Connectivity
 Wi-Fi
Intel Wi-Fi 6 with Gig+ performance (802.11ax)

Bluetooth®
Bluetooth V5.0
Battery and Power
Battery and
Power
Fast charging: 60% in 49 minutes
50Wh 3-cells lithium-polymer battery
65W power adapter
Plug Type: ø4 (mm)
(Output: 19V DC, 3.42A, 65W)
(Input: 100-240V AC, 50/60Hz universal)
Berat
dan dimensi

Height: 1.59cm
Width: 32.49cm
Depth: 21.35cm
Weight: 1.4kg

Included
Software
 
ASUS Splendid
ASUS Tru2life Video
ASUS AudioWizard
Dikutip dari website resmi ASUS
Harga dan Tempat Penjualan Resmi

Gimana? Spek nya mantep kan? Mau dimasukin ke keranjang belanja nggak nih?

Untuk harga jualnya sendiri, ASUS VivoBook S14 S433 Intel Core i7-10510U memiliki harga jual Rp 15.699.000, sementara itu untuk varian Intel Core i5-10210U dihargai sebesar Rp 13.699.000 (dikutip dari laman marketplace, dapat berbeda)

Eits, harga di atas adalah harga sebelum diskon! Saat ini, penjualan resmi ASUS di marketplace sedang diskon hingga 15% loh! ASUS VivoBook S14 S433 Intel Core i7-10510U didiskon menjadi Rp 13.374.000, sedangkan untuk varian Intel Core i5-10210U didiskon menjadi Rp 11.549.000. GILA NGGAK SIH DISKONNYA? 😭

Loh… aku kok malah jualan? Nggak kok, aku cuma sekedar menginformasikan supaya pembaca blogku mendapatkan harga terbaik dengan produk terbaik yang terjamin originalnya. Kamu juga bisa cek harga ASUS VivoBook S14 S433 di beberapa tempat yang bisa kamu lihat melalui website ASUS ini.

Layanan Purna Jual

Oh ya, sebelum membeli produk elektronik, ada baiknya kita mempertimbangkan layanan after sales atau layanan purna jualnya. Hal ini dikarenakan barang tersebut memiliki kemungkinan rusak sehingga harus ditangani oleh teknisi ahli. Layanan after sales ini juga akan mempengaruhi kemudahan pelanggan dalam menemukan spare part original sehingga barang elektronik kita terjamin tidak terkontaminasi oleh barang tiruan.

Nah, jika kamu berminat dengan ASUS VivoBook S14 S433, maka kamu nggak perlu khawatir sebab layanan after sales-nya nggak kalah mantap! ASUS memberikan garansi resmi global selama 2 tahun! Kebayang nggak sih laptop kita dijamin servicenya selama itu?!

Belum lagi dengan layanan service center ASUS yang ada dari Pulau Sumatera hingga Pulau Papua sana! Layanan service center yang dimaksud adalah repair center yang ada di kota besar di Indonesia, authorized service partner, dan juga ASUS collect point yang menjangkau hingga Merauke. Kalau kamu penasaran dengan layanan ini, kamu bisa klik ini yaa….

Dare to be me with ASUS VivoBook S14 S433

Bagiku, ASUS VivoBook S14 S433 adalah pintu Doraemon pertama yang bisa membawaku ke duniaku yang sebenarnya. Dunia yang di dalamnya tidak perlu lagi ada kepura-puraan akibat tuntutan orang lain. Suatu tempat di mana aku nggak perlu takut untuk nunjukin “ini loh aku yang pikirannya di luar kebiasaan”.

Ditemani dengan laptop yang memiliki berbagai fitur keren, aku terbantu dalam proses healing untuk menerima diri, bagaimanpun diri saya, saya adalah saya, bukan sosok ideal yang diekspetasikan oleh kebanyakan, bukan manusia yang hidup dengan standar orang lain.

Bantuan ini adalah dampak tidak langsung yang diberikan oleh ASUS, sesuai dengan tema yang diusung untuk VivoBook S14 S433, dare to be you. Dan pastinya nggak ada alasan untuk nggak dare to be me!

Ayo! Tunjukkan dirimu yang sebenarnya. Jangan ada lagi luka dalam diri hingga kita menjadi bagian dari kutipan populer ‘tersenyum walaupun hati menangis’. Nggak masalah kalau sedih, nggak masalah kalau menangis. Kalau sedih, maka bersedih lah. Jika senang, maka bersenang-senang lah. Jadi lah dirimu sendiri, jujur kepada dirimu sendiri agar hidup kita menjadi lebih baik.

It’s okay untuk ekspresif. It’s okay untuk eksentrik. It’s okay apapun itu asalkan bertindak dengan bertanggungjawab.

Terakhir, jangan lupa untuk tetap produktif. Paling tidak, jadilah manusia yang berguna, khususnya untuk diri sendiri!

Sumber gambar:

1. ASUS

2. Keluarga Biru

Integrasi Pendidikan untuk Sumber Daya Manusia Unggul yang Berdaya

Pembahasan tentang sumber daya manusia tidak akan pernah ada habisnya, sebab manusia terus beradaptasi dengan perubahan zaman. Sumber daya manusia umumnya beradaptasi terhadap perubahan akibat adanya keterpaksaan. Terpaksa karena apabila tidak diikuti maka individu akan kesulitan untuk mengikuti perubahan yang bergerak dengan sangat cepat.

Beberapa pekan lalu, salah seorang guru yang berusia ±52 tahunan mengeluh tentang kesulitan yang dihadapinya terhadap digitalisasi pendidikan di sekolah. Guru tersebut memikul tanggung jawab sebagai wali kelas, yang mana ia harus menyelesaikan laporan hasil akhir semester (rapor) dalam bentuk digital. Kesulitan pertama yang dihadapinya adalah banyak guru berusia sebaya tidak mengirimkan nilai akhir dalam bentuk soft copy, sehingga wali kelas harus menyalin nilai yang diberikan oleh guru kelas. Menyalin dari kertas ke perangkat lunak bukan lah hal yang menyenangkan karena wali kelas berburu dengan waktu. Kedua, pengisian rapor dilakukan dengan menggunakan aplikasi Microsoft Excel dengan panduan sederhana, sangat sederhana.

Jangankan untuk guru dengan kisaran usia 50 tahun ke atas, untuk saya yang masih muda saja harus trial and error karena kebingungan. Belum lagi ada rumus yang berubah karena kesalahan yang tidak disadari sehingga harus melakukan ketik ulang. Tentunya dalam pelaksanaannya wali kelas dihadapkan pada berbagai dinamika lainnya seperti cara mencetak rapor dan biodata yang otomatis tanpa harus diketik. Berbagai dinamika ini perlu diselesaikan sehingga wali kelas membutuhkan waktu untuk belajar lagi. Syukurnya, wali kelas dapat menyelesaikan rapor digital ini tepat waktu. Tapi… ada juga sekolah favorit yang tidak bisa menyelesaikan rapor tepat waktu sehingga siswa hanya membawa pulang map kosong tanpa nilai.

Tahunan lalu, siapa yang bisa menebak bahwa digitalisasi akan merambah ke sekolah di pelosok Sumatera? Siapa yang bisa menebak jika tak hanya guru saja yang harus melek digital, tetapi siswa juga? Sungguh, untuk individu yang berada di pelosok, pergerakan ini sangat lah cepat hingga tak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa ‘sekolah di pelosok pun menggunakan komputer untuk pelaksanaan ujian sekolahnya’.

Lalu, apa masalahnya? Masalahnya adalah sumber daya manusia yang tersedia merasa terkejut menghadapi digitalisasi tanpa persiapan sama sekali. Kaget, hingga menyelesaikan tugas dengan kepepet, seperti kasus wali kelas di atas yang merupakan bukti nyata bahwa pada era ini sumber daya manusia belum siap dan terpaksa beradaptasi dengan perubahan.

Oleh sebab itu, dibutuhkan suatu sistem yang mampu menyiapkan individu untuk menghadapi era disruptif ini. Ismail, Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos Kemenkominfo dalam pidatonya menyebutkan bahwa era disruptif adalah sebuah era dimana adanya perubahan yang begitu cepat sehingga menyebabkan gangguan dalam kehidupan. Untuk menghindari gangguan ini, hal pertama yang harus dimiliki individu adalah kemampuan beradaptasi. Adaptasi didefinisikan sebagai suatu proses penyesuaian diri terhadap kondisi atau lingkungan baru (KBBI). Kemampuan adaptasi dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kondisi fisik, usia, pengalaman dari proses belajar, dan lingkungan.

Individu yang beradaptasi akan terus mengembangkan potensi dirinya sebab ia menyadari bahwa lingkungannya akan selalu berubah. Tanpa adanya kemampuan adaptasi, kompetensi individu dapat digolongkan ke dalam kompetensi yang tidak up-to-date, kompetensi yang ketinggalan zaman. Individu yang tidak mampu beradaptasi akan kalah dalam dunia kerja. Kekalahan ini akan menyebabkan individu kehilangan sumber penghasilannya karena dianggap sebagai karyawan yang tidak dibutuhkan dan tidak produktif. Tak hanya berdampak negatif bagi dirinya saja, individu yang tidak mampu beradaptasi hanya akan menjadi beban bagi perusahaan dan negara. Menjadi beban apabila perusahaan masih menggaji namun karyawan sudah tak lagi memberi pada perusahaan, menjadi beban bagi negara karena akan menampung pengangguran baru.

Sonny Harry Budiutomo, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat, Desa, dan Kawasan Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menyebutkan bahwa terdapat 5 indikator SDM unggul, yaitu kemampuan berpikir atau intelegensi, kondisi kesehatan yang berkualitas, kesejahteraan individu, berkarakter spiritualitas, memiliki kematangan emosi dan sikap mental, serta mampu mengenali dan mengembangkan potensi diri.

Individu yang memiliki kemampuan adaptasi yang baik dan dapat memenuhi indikator SDM unggul adalah kompetensi yang akan membuat sumber daya manusia mampu bertahan dan bersaing di era disruptif ini. Oleh sebab itu, dibutuhkan suatu sistem yang mampu mengintegrasi pendidikan guna menghasilkan sumber daya yang dibutuhkan tersebut.

bagan blog

Struktur utama dari integrasi pendidikan adalah pemerintah, bertugas dalam membentuk regulasi yang ramah dan mudah terhadap pengembangan karakter SDM unggul, bekerjasama dengan pihak-pihak yang kompeten guna mencipatkan SDM unggul yang handal. Pemerintah juga harus menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman agar anak dapat tumbuh dengan baik. Selain itu, pemerintah juga harus mengembangkan lingkungan yang bebas dari KKN agar kelak SDM unggul yang tercipta tidak akan masuk ke dalam kubangan air kotor yang penuh dengan KKN — karena batu putih yang berada di lumpur juga akan bernoda bila ia tinggal di dalamnya dalam kurun waktu yang lama. Intinya, pemerintah sebagai pilar utama pembangunan SDM harus benar-benar menjalankan amanah UUD 1945!

Selanjutnya pemerintah harus bekerjasama dengan tokoh-tokoh dan organisasi terkait yang mampu membantu pemerintah dalam menyusun program-program untuk membangun SDM unggul. Salah satu organisasi yang bisa diajak bekerja sama adalah Kadin Indonesia, Kamar Dagang dan Industri Indonesia. Berdasarkan UU No 1 Tahun  1987, Kadin merupakan wadah bagi pengusaha Indonesia dan bergerak dalam bidang perekonomian, bertujuan untuk membina, komunikasi, informasi, representasi, konsultasi, fasilitasi dan advokasi pengusaha Indonesia, dalam rangka mewujudkan dunia usaha Indonesia yang kuat dan berdaya saing tinggi yang bertumpu pada keunggulan nyata sumber daya nasional, yang memadukan secara seimbang keterkaitan antar-potensi ekonomi nasional.

Kerjasama antara Kadin dan pemerintah bertujuan untuk membangun sistem yang mendukung pengembangan kompetensi dasar sumber daya manusia. Kadin dilibatkan karena Kadin merupakan organisasi yang berkecimpung di dunia usaha yang memiliki kapasitas dan kompetensi terkait “apa yang dibutuhkan oleh dunia usaha” dan memiliki pandangan yang lebih luas terkait dengan “apa yang akan dibutuhkan oleh dunia usaha dalam 5 tahun ke depan, 10 tahun ke depan, ataupun 20 tahun ke depan.” Kerjasama ini akan menghasilkan berbagai regulasi-regulasi baru terhadap pendidikan di Indonesia yang akan diaplikasikan ke berbagai sektor, yaitu keluarga, sekolah dan lingkungan.

Selanjutnya, pemerintah juga akan berperan dalam membentuk keluarga cerdas, sebab permulaan dari integrasi pendidikan akan dimulai dari kelompok terkecil, yaitu keluarga. Dalam hal ini keluarga berperan dalam membentuk karakter dasar manusia seperti kejujuran, keberanian, kepercayaan diri, optimisme dan karakter karakter positif lainnya. Keluarga menjadi landasan utama sebagai pembangunan karakter dan pembentukan moral anak. Dari keluarga, akan lahir bibit sumber daya manusia unggul yang siap bersaing secara global dengan kemampuan adaptable-nya yang tdak perlu dipertanyakan lagi nantinya. Pendidikan keluarga bagi para orang tua akan sangat dibutuhkan agar orang tua mampu mengasuh anak dengan cara terbaik yang dimilikinya. Kemampuan dalam mengasuh anak oleh orang tua akan terwujud pada karakter anak dalam kehidupan sehari-harinya.

Ketika orang tua menitipkan anaknya ke sekolah formal, maka orang tua pun berkewajiban untuk memonitoring pendidikan anak ketika ia berada di sekolah.  Jadi, pendidikan anak di sekolah tidak hanya tanggungjawab guru saja, namun juga tanggungjawab orang tua di rumah. Sehingga dibutuhkan kerjasama aktif antara orang tua dan pihak sekolah. Orang tua membutuhkan guru dalam mengajarkan ilmu-ilmu tertentu dan juga untuk menyampaikan bagaimana anaknya ketika di sekolah. Begitupun dengan guru yang membutuhkan orang tua agar orang tua mampu membimbing anaknya di rumah. Hubungan antara orang tua dan pihak sekolah yang baik akan membentuk lingkungan yang sejalan sehingga anak dapat memaksimalkan potensi dirinya karena ia mendapatkan stimulus yang sejalan.

Misalnya, ketika anak di rumah diajarkan untuk menerapkan kejujuran dan disiplin namun pendidikan di sekolah secara tidak langsung memberikan kesempatan kepada anak untuk berbuat curang, seperti membebaskan anak-anak yang melakukan kecurangan, maka hal ini akan berdampak buruk bagi perkembangan anak sebab ketika ia di rumah dan ketika ia di sekolah terdapat perbedaan yang sangat mencolok — bahkan bertolak belakang. Jika anak tidak tidak memiliki kontrol diri yang baik, maka akan sangat dikhawatirkan anak akan mengikuti lingkungan yang mengajarkan kecurangan tersebut. Hal ini juga berlaku sebaliknya. Dua hal yang tidak koheren ini akan sama-sama menyisakan noda pada pembnungan sumber daya manusia.

Sekolah juga berfungsi untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman agar proses transfer ilmu berjalan secara optimal. Selain itu, untuk bersaing secara global, sekolah juga dituntut untuk terus berinovasi dalam proses belajar-mengajarnya.

Kerjasama selanjutnya adalah kerjasama dengan lingkungan. Lingkungan beserta anggota di dalamnya berkewajiban untuk menciptakan lingkungan yang baik untuk perkembangan anak. Misalnya dengan menyediakan lokasi belajar bersama sekampung., menyiapkan aturan desa yang melarang adanya permainan judi dan sejenisnya, peredaran minuman keras yang bebas, gerakan tanpa televisi selama sejam, dan berbagau gerakan lainnya. Mengapa harus dari lingkungan terkecil? Agar lingkungan ini dapat menjadi percontohan bagi lingkungan lainnya sehingga suatu saat akan menjadi lingkungan dengan skala nasional.

Membangun sumber daya manusia unggul melalui integrasi pendidikan bukan lah hal yang mudah karena luaran dari intergasi pendidikan ini adalah SDM unggul yang berkompetensi dan mampu membangun negeri dengan caranya sendiri. Harapan ini tidak akan tercapai apabila tidak ada keseriusan dari pemerintah dan kesadaran dari masyarakat. Sehingga dibutuhkan usaha bertahap, dimulai dari menerapkan aturan baru, menyiapkan lapangan kerja, hingga menyediakan keluarga, sekolah, dan lingkungan unggul yang berkualitas.

Lima Hal yang Dilakukan di Yogyakarta

Yogyakarta merupakan salah satu ibu kota provinsi yang terkenal dengan cerita-cerita cintanya yang manis. Yogyakarta seolah menawarkan perjalanan yang penuh dengan romansa percintaan, berpadu dengan dengan berbagai tempat wisata yang tak kalah mempesona. Klop. Kayak nemu pasangan untuk menjalani kehidupan.

Wajar saja jika Yogyakarta terkenal dengan tawarannya terhadap kerinduan dan kehangatan. Kehangatan yang ditemukan pada setiap senyum di sepanjang perjalanan. Kehangatan yang membangun kerinduan bila sudah kembali ke kampung halaman.

Budayanya keramahan yang kental dan tidak perlu diragukan lagi. Tempat wisatanya sangat beragam, mulai dari free entry hingga fee entry, mulai dari teriknya matahari di pinggir pantai hingga sejuknya udara di pegunungan. It is totally a complete beautiful place to visit. Tapi… sampai sekarang belum ada free hotel/hostel di Yogyakarta (Sangat tidak mungkin mendapatkan hotel yang free tanpa syarat apapun — kecuali dibayarkan oleh orang lain 😉). Tapi jangan khawatir, meskipun Yogyakarta merupakan salah satu tempat favorit wisatawan, kita, sebagai pelancong kelas backpacker dapat menemukan banyak hotel murah dan berkualitas seperti OYO Hotels Indonesia. Di Yogyakarta, ada banyak OYO room dengan fasilitas wahid dan ga ngabisin duit.

Oleh sebab itu, jika aku mendapatkan voucher diskon 70% untuk menginap di Oyo Hotels Indonesia…. Maka aku akan:

1. Tentunya aku akan memilih Oyo yang menawarkan fasilitas yang bagus banget. Fasilitas apa yang bagus banget itu? Swimming pool 😍 Dari dulu selalu punya cita-cita mau berenang di hotel + leha-leha di kamar sembari menghabiskan waktu untuk menyelematkan diri dari keramaian — ya, mengistirahatkan diri di kamar pasca bersenang-senang berenang. Makanya, harus nyari Oyo yang fasilitasnya nggak kalah sama bintang 5 ⭐⭐⭐⭐⭐

Oyo room Yogyakarta punya beberapa yang menawarkan fasilitas ini. Dapat diskon 70%? Murah banget dong. Tinggal nyari Hotel di Yogyakarta dan filter fasilitas yang ada kolam renangnya. You wont regret it!

2. Jika liburan di Yogyakarta hanya berdiam diri di hotel, rugi banget ga sih? Makanya… ketika malam tiba aku akan menjelajahi dunia malamnya Malioboro. Tenang, tidak ada unsur negatif di dalamnya — cuma mau jalan-jalan diterangi oleh lampu jalan yang remang sembari mengabadikan malamnya Malioboro. Dibenakku, malamnya Malioboro menawarkan kehangatan ditengah sejuknya angin malam.

3. Mencari sunrise di Bukit Panguk Kediwung!

©eksotisjogja.com

Bukit Panguk Kediwung mendapatkan bintang 4.5 dari 2.643 pengguna google yang pernah mengunjungi tempat ini. Katanya, sunrise di tempat ini menawarkan terbitnya matahari dengan gumpalan awal putih seperti gulali. Apa yang akan dilakukan di tempat ini? Lagi-lagi mendokumentasikan keindahan alam dengan warna keemasan yang meliuk cantik melewati celah-celah awan sembari menikmati udara bersih tanpa polusi, healing.

4. Menguji keberanian di Pantai Timang.

© detikTravel

Bagiku yang penakut ini, Pantai Timang adalah pantai yang menawarkan uji adrenalin dengan keunikannya. Bagaimana tidak unik, untuk para pemberani (atau orang yang mencoba berani) pantai timang menawarkan wisata ektrem yang unik — menyeberangi lautan yang berombak kasar dengan gondola. Dalam perjalanan menuju tujuan kita akan mendapatkan percikan air laut dan gemuruh gelombang yang besar. Berani mencoba?
Bagiku, Pantai Timang adalah salah satu must visit place bagi pecinta lautan. You will not find this kind of gondola at another place.

5. Menghabiskan sisa waktu di Goa Pindul dengan cave tubing.

© goapindul.com

Sebagai pecinta air, maka Goa Pindul adalah satu tempat bagus untuk menikmati alam dan air. Gua pindul seperti detik waktu, mengalir mengikuti alurnya, kita — manusia menikmati perjalanan dan menyelesaikan rintangan yang berbeda, seperti masalah, kekhawatiran, ketakutan, dan lainnya. Dan ini bersifat sangat subjektif. Sehingga tempat wisata Goa Pindul juga menawarkan pengalaman personal bagi para pelancong.

Karena liburanku tidak lama… maka lima hal di atas adalah sebuah kesederhanaan dan juga kesenangan, seperti Yogyakarta yang juga menawarkan kesederhanaan dan pengalaman yang sisakan kebahagiaan dan kerinduan. Liburan untuk menenangkan, bukan untuk menghabiskan waktu dan tenaga. Jadi cukup nikmati sesuka hati…

Sampai bertemu di Oyo!

Yoforia, Segar dan Asam yang Menyehatkan

lyche

Mungkin tidak seperti kebanyakan orang yang telah berkenalan dengan yogurt sejak usia dini, aku baru berani mencicipi yogurt ketika sudah berusia 23 tahun, tepatnya sekitar 6 bulan yang lalu. Sebagai orang yang membangun stigma bahwa yogurt memiliki rasa yang aneh (seperti kata orang), maka saat ini dengan malu ku tertawakan diriku sendiri. Jangan ditanya betapa antinya diriku dulu terhadap yogurt – yang kata orang rasanya kayak susu basi dan berbagai konotasi negatif lainnya! Tapi itu dulu… saat ini dengan bangga ku resmikan diriku sebagai tim bucin yogurt!

Perkenalanku dengan yogurt diawali dari hasil telusuran yang menyebutkan bahwa perut yang terasa panas dapat diminimalisir dengan meminum yogurt. Beneran?

Keluhan sensasi panas pada perut yang terus berulang ku rasakan memaksaku untuk segera membeli dan meminum yogurt. Awalnya sedikit khawatir, bagaimana bila aku tidak menyukai yogurt dan malah berakhir dengan membuang yogurt yang telah ku beli? Namun ternyata kondisiku pada saat itu menghancurkan kekhawatiran itu, “Kalo mau mendingan jangan banyak tingkah.”

Well done to myself! Percobaan pertama yang akhirnya membawaku masuk ke dunia per-yogurt-an!

Yoforia, yogurt with fresh milk

Ternyata, jalan ini mengenalkanku dengan berbagai macam jenis dan merk yogurt. Sebuah perkenalan yang menghantarkanku mengenal Yoforia sirsak! Langsung jatuh cinta cuuy!

Bermula dari susunan yogurt di lemari pendingin salah satu minimarket, sebuah minuman dengan bentuk botol yang unik memikat mataku. Bentuknya kecil, mungil, gendut tapi ramping, dan eye-catching dibandingkan botol lainnya. Nggak tahu kenapa, aku suka banget dan sayang dengan bentuk botolnya, ngegemesin – sampe nggak rela botol kosongnya dibuang, rasanya mau dipakai berulang kali saja!

Warna dasar packaging Yoforia adalah putih, diikuti dengan warna buah yang selaras dengan cita rasa yogurt yang ditawarkan. Dua warna yang berbeda ini terlihat cukup kontras sehingga memiliki daya pikat yang kuat. Apalagi dengan tutup botol dan tulisan YOFORIA yang berwarna hitam, menambah manis permainan warna pada packaging yogurt yang diproduksi oleh PT Prima Lakto Sehat ini.

Botol Yoforia juga memiliki diameter lubang minum yang cukup besar. Secara subjektif, aku lebih suka botol dengan lubang minum yang besar karena rasanya seperti meminum minuman dari gelas. Plastik yang digunakan juga plasti yang cukup keras, sehingga terlihat kokoh dengan tubuhnya yang agak bongsor tapi kecil.

Tidak hanya packaging-nya saja yang mengikatku menjadi bucinnya Yoforia, tapi juga karena rasa dan varian yang ditawarkannya. Yoforia memiliki banyak varian rasa yang unik, seperti authentique, blueberry good, berry smooth, peach delight, soursop bliss, coffee cream, dan rasa terbaru yaitu Lychee Blast yang eksotis.

lyche

Secara garis besar, aku mengategorikan Yoforia yogurt sebagai minuman sehat yang menyegarkan karena rasa asam yang ditawarkannya. Cita rasa buahnya sangat terasa, nggak berlebihan, dan pas. Dan yang harus ditandai adalah rasa asam yang dihasilkan tidak akan membuat kita mengernyit! Rasa asam yang pas ini dikarenakan Yoforia menggunakan live probiotics khusus sehingga rasa yang dihasilkan tidak terlalu asam dan lebih creamy.

Creamy? Yup! Kamu nggak perlu khawatir menjadi eneg karena kesan lebih creamy yang ditawarkan oleh Yoforia ini bukan lah cream yang sangat kental. Tingkatan creamy Yoforia adalah lebih kental daripada air mineral dan jauh lebih ringan daripada yogurt berjenis krim. So there is no need to worry about being ‘eneg’ ya!

Yoforia, sebagai salah satu brand yang menawarkan minuman berprobiotik tentunya memiliki banyak manfaat. Dikutip dari hsph.harvard.edu/, penelitian terkait manfaat yogurt terhadap kesehatan masih terbatas, namun beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi yogurt dapat melindungi konsumernya dari kenaikan berat badan. Nah, Yoforia sebagai minuman yogurt juga menawarkan hal yang serupa. Hal ini ditunjukkan dengan Yoforia yang mengandung dietary fiber dari buah jeruk alami sehingga teksturnya lebih lembut dan cocok untuk diet. Selain itu, hasil penelitian tersebut juga menemukan bahwa mengonsumi yogurt harian juga dapat melindungi dari penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

Yogurt sebagai minuman berprobiotik tidak hanya menawarkan tiga keuntungan di atas saja, mengutip laman alodokter.com, probiotik dapat membantu melindungi dan memelihara kesehatan sistem pencernaan, terutama lambung dan usus, dari beragam serangan penyakit. Beberapa sumber menyebutkan bahwa beberapa manfaat probiotik lainnya adalah membantu menjaga daya tahan tubuh, melancarkan pencernaan, mencegah terjadinya peradangan pada bagian usus. Pentingnya bakteri baik ditubuh kita memunculkan minuman probiotik yang di dalamnya terkandung bakteri probiotik. Apakah kamu tahu apa saja yang tergolong dalam minuman probiotik? Satu di antaranya adalah yogurt, it means YOFORIA.

Dan keluhanku di awal terkait sensasi panas diperut mengalami penurunan. Walaupun secara klinis aku nggak tahu apakah penurunan ini terjadi akibat meminum yogurt ataupun ada pengaruh lainnya. Tapi yaa tetap saja, yang ditawarkan oleh Yoforia sangat bermanfaat!

Meskipun Yoforia adalah fresh yogurt, sebagai pengguna – kita juga harus aware bahwa yogurt harus diletakkan sesuai dengan suhu yang dibutuhkannya, yaitu suhu lemari es dengan kisaran suhu 2 – 6°C. Mengapa kita harus memerhatikan suhu penyimpanan yogurt? Karena agar bakteri baik yang ada di yogurt tidak hilang akibat ketidakcocokkannya dengan suhu penyimpanan.

Oh yaa, sedikit saran penyajian, sebaiknya yogurt diminum dalam kondisi dingin. Mengapa? Karena beberapa kali Yoforia yang ku minum setelah berada di suhu ruangan normal, maka rasa asamnya akan menjadi sangat asam, jauh lebih asam apabila dibandingkan dengan Yoforia yang dikonsumsi ketika masih dingin (baru keluar dari lemari pendingin). Tapi mungkin ini hanya di aku saja, kamu bisa mencobanya bila penasaran!

Then… just try it out guys! Yogurt tidak semenyeramkan yang orang-orang bilang. Coba aja deh rasain Yoforia sirsak atau sourfull bliss.

DSCF0060

Delicious! Hehehe 😀